3 Days and 1/2 hour

30 03 2009

Minggu kemaren saya harus berjuang ekstra keras untuk memenuhi permintaan teman, dia memiliki Acer Aspire One 8GB. Awalmnya seh dia cuma minta di install CDMA Modem. Secara aku hanya menguasai sedikit linux dan lebih condong pada Ubuntu, aku nawarin kalo netbook diinstall dengan Ubuntu saja. Dia setuju aja dengan harapan CDMA Modem dapat jalan. Sebagai catatan Aspire One memakai Linpus Linux dari Acer.

Untuk tampilan Linpus linux pada Aspire One memang terasa sangat sederhana, sehingga kesan yang di dapat adalah netbook “gak serius”. Kesan netbook mungil tapi powerfull jadi hilang. Maka mulailah petualangan menggarap netbook Aspire One.

Langkah awal sudah tentu dan pasti adalah mencari pencerahan pada uncle Google. Kalo install Ubuntu di PC udah biasa, karena proses install sangat gampang dan udah mirip sama install Windows XP. Setalah dapat pencerahan, disarankan install Ubuntu Netbook Remix aka Jaunty. Langkah pertama udah dapat. Sekarang tinggal cari image untuk instal. Karena Aspire One gak punya CD Drive (aku juga gak punya external CD Drive), jalan satu-satunya adalah pake USB. Berikut adalah sumber pencerahan utama yang saya dapatkan:

https://help.ubuntu.com/community/AspireOne

Langkah kedua dimulai, download dimulai. Download image UNR Jaunty, (*.img file dalam format extensi img bukan iso). Setelah dapat pindahkan langsung ke Flash disk (aku punya flash disk 1GB, pas untuk ukuran image Ubuntu)

Langkah ketiga, Install UNR Jaunty, pada Aspire One. Booting ulang ASpire One, masuk ke BIOS dan ubah pilihan booting menjadi USB/Flash Disk. Booting ulang lagi Aspire One dan tunggu sesaat sampai proses Instalalsi dimulai. Ikuti petunjuk instalasi, prosesnya sudah sangat gampang dan menyenangkan.

Langkah keempat, Saatnya menyaksikan kedahsyatan UNR Jaunty pada Aspire One. Luar biasa, adalah kesan pertama yang saya dapatkan. Tampilan Aspire One manjadi semakin agus dan tampak “semakin serius”. Ditambah lagi dukungan software yang telah terinstall sudah cukup komplit. Saya ulangi lagi Netbook Aspire One menjadi tampak “serius”.

Langkah kelima, menyadari kekurangan dan kelebihan UNR Jaunty. Pada website panduan yang saya dapatkan, ternayata UNR Jaunty masih versi beta. Sehingga disarankan untuk tidak menggunakannya sebagai alat untuk melakukan pekerjaan yang sangat serius. Walaupun sebenarnya kemampuan UNR Jaunty sama persis dengan versi Desktop Ubuntu. Ada juga beberapa kendala dan masalah yang muncul diantaranya:

  • Lampu indikasi Wireless tidak berfungsi, parahnya lagi wireless pun tidak berfungsi dengan baik.
  • Dukungan WVDial tidak ada (untuk koneksi dial-up dll)

Seperti pada bagian awal pembahasan ini ditekankan pada installasi CDMA Modem, maka ketika wvdial tidak berfungsi maka efek sampingnya adalah koneksi untuk CDMA Modem juga tidak bisa.

Langkah Keenam. Kembali lagi cari pencerahan lewat uncle Google. Mulai mencari di forum fosum, dan berbagai sumber yang berkenaan. Pilihan jatuh pada WICD, aplikasi wireless manager yang sangat bagus. Sumber pencerahan ada pada:

http://arkhansubari.web.id/?p=71

Setelah install wicd , booting ulang Netbook, dan semua berjalan dengan baik… tapi ada masalah wirelessmasih belon berfungsi dengan baik.

Cari lagi di Uncle Google, dapat banyak referensi yang seabrek tapi gak memberikan solusi. Gak puas dengan solusi yang diberikan membuat UNR Jaunty Crash karena terlalu sering menginstall dan update aplikasi sehingga UNR Jaunty tidak stabil. Dengan rasa gondok dan seble, Aspire harus di Install ulang lagi, coba solusi satu satu dari awal lagi.  Solusi gak dapat juga, udah 2 hari dan belom berhasil juga. Namun secara tiba tiba wireless bisa berfungsi dengan sendirinya. Heran. Tapi senang juga, wireless udah jalan. Masalahnya adalah led indikator tidak berfungsi. Kembali lagi baca dan baca pada sumber utama dan ternyata benar… di sanapun ada jawabannya. hehehhe. Tapi install CDMA Modem belon juga berhasil.

Akhirnya Netbook saya kembalikan dengan pesan “Maaf ya belon bisa berfungsi dengan baik, udah coba sana sini tapi gak bisa juga. Udah cari-cari ke seluruh penjuru dunia gak dapat juga. Tapi janji, aku mau ngelmu lagi. Ntar kalo udah dapat akan saya coba lagi” Kemudian teman hanya bisa jawab ” iya deh”. Uhhhhhhhhhhh, aku gagal menancapka nama pada puncak Linux.

Hingga akhirnya pada kesekon hari, teman nanya lagi, “Gimana?”. Dengan “rasa malu dan berat hati” saya mau coba lagi. Itu sudah sore, sengaja menghindar dari teman untuk sesaat mendinginkan otak yang udah panas selama 3 hari. Gak mau putus asa, cari wangsit lagi dan dapat. Saya harus install gnome-ppp, ikut petunjuk dengan sangat ekstra hati-hati, tidak mau kejadian kemaren terulang lagi (UNR Jaunty crash). Instalasi berjalan dengan baik dengan fungsi yang serba otomatis. Mulai dari cek port, baudrate, usb device hingga tetek bengek yang banyak. Padahal kemaren settingan tersebut harus saya lakukan dengan manual. Edit wvdial.conf secara manual, menentukan jenis Modem dll serba manual. Hasilnya gak juga berbuah manis. Dan sekarang buah yang manis sudah dapat…hehehehh.

Coba jalankan gnome-ppp dari Ascesorris – Internet – Gnome-ppp. semua berjalan dengan baik. Hanya perlu sedikit  (sangat sedikit) perubahan setting Modem. Coba jalankan dan jdennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggg… Koneksi internet pada modem belum jalan dengan semestinya. Ternyata sinyak gak dapat… capek dehhh.

Hari ini aku rencanaya mau tanyakan teman perihal koneksi internet menggunakan CDMA Modem. (Setelah libur week end dan cooling down otak yang panas dari minggu kemaren). Doakan ya moga-moga berhasil dan berharap satu langkah kecil dapat ku letakkan pada punggung gunung bernama LINUX.





Mungkin Aku Bodoh

18 03 2009

Mungkin aku bodoh dan tak layak/pantas

Hanya satu yang telah kulakukan

Aku bertanya
Aku bersikap
Aku bertindak

Dulu aku pernah bertanya,
“Maukah kau menerima pinangan tanpa sisa cinta yang lain”

Dulu aku bersikap,
Mungkin cintaku memang tak bersisa,
Namun,
“Kuingin kau ta’u, ku disini menunggu dirimu”

“kumencintaimu lebih dari apapun”.

Kini aku bertindak,
Ku tak akan bersamamu.

Kalaupun kan teringat
Kuhanya memohon dan merintih
Moga itu tak perihkan hati.
Walau kadang lirih hati tetap terdengar,
Kucoba lawan dengan hati tegar.

Namun hati tetap getarkan dadaku
Kala namamu terngiang di kalbuku.

Nama yang dekat namun jauh bagiku

Mungkin aku bodoh, hingga tetap berdiri disini.





Bug pada detik.com

16 03 2009

Ini pengalaman pribadi yang mungkin bisa berbeda bagi tiap orang, web browser atau sistem operasi yang dipakai.

Pada Windows XP Pro, browser Firefox 3.0x dapat terlihat jelas bug pada halaman DETIK. Walau sebenarnya sudah cukup lama bug ini ada dan kayaknya belum ada penanganan lanjut dari DETIK.COM. Hal yang sama juga pernah terjadi pada website Kompas. Baca Kompas.com suka Down

Ada beberapa efek samping yang timbul dari bug tersebut:

  • Waktu loading yang semakin lama (Loading Time, semakin kecil loading time maka semakin cepat halaman web terbuka sempurna. Demikian juga sebaliknya).
  • Link yang ada menjadi tidak aktif, dikarenakan tertutup oleh bug tersebut.
  • Bug berupa layer transparan yang akan bergerak relatif saat halaman di gulung ke atas maupun ke bawah. Sehingga link yang ada di bawah layer akan tidak aktif.
  • Bug ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa detik, atau cukup dengan menekan tombol close.

Kemungkinan  bug ini adalah iklan berbentuk animasi (flash) yang mengambang (flow). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar dibawah.

Bug pada www.detik.com

Bug pada www.detik.com

Pada gambar terdapat layer transparan dengan tombol close/tutup pada bagian kanan-atas layer. Sehingg link yang ada di bawah layer tidak akan aktif  saat di klik. Untuk mengaktifkan link tersebut hanya dapat dilakukan dengan menutup layer dengan cara mengklik tombol close/tutup pada frame.