Beli Speaker dapat Bonus Radio

30 07 2009

Beberap waktu yang lalu saya membeli sebuah speaker desktop di Carrefour Cikarang. Speaker ini saya pakai di kantor,  Karena gak asyik tanpa musik. Walau sangat tidak diharapkan oleh managemen kantor untuk ber-speaker ria apalagi sampai menimbulkan suara berisik, tetap aja speaker harus nongkrong di atas meja kerja.

Di sela waktu luang apalagi pada saat jam kantor udah bubar, biasanya para expat sudah pulang ke rumah masing masing. Nah itu saat yang tepat untuk mendengarkan musik pake speaker dengan suara kencang (tidak terlalu kencang sehhh).

Baru beberapa waktu ini (sekitar 2 hari) saya mendengar suara kecil di sekitarku… mungkin karena pendengaranku termasuk tajam jadi tetap dapat nangkap suara kecil. Awalnya berfikir ahhh paling juga suara dari ruang sebelah. Tapi ternyata gak juga. Coba nguping pada sekat ruangan, suara tersebut malah hilang. Coba nguping dekat komputer, gak ada juga.

Hingga pada pagi ini, suara itu semakin jelas… semakin dekat dan kencang. Nguping sana sini gak ketemu juga. Pas nguping pada speaker di meja… Whaaat???!?!?!?. Ternyata suara berasal dari speaker yang ku beli di Carrefour. Jelas itu bukan suara musik dari komputer atau suara dari ruang sebelah. Tapi jelas itu suara dari stasiun radio yang ke tangkep sama speaker di mejaku. Nyaris gak percaya dan ragu, tombol volume pada speaker saya putar putar. Ternyata benar, spekaerku telah berubah jadi radio. Hanya saja suaranya gak bisa dikencengin lebih besar lagi.

Wuihhh luar biasa baik Carrefour. Terima kasih Carrefour.





Melangkah pasti + “90% Lucky” = Yakin 10%

1 07 2009

Hari ini gue, baca lagi seluruh tulisan gw. Kembali mencabik hati dan pikiranku.

Ada rencana besar yang ingin kujalankan di penghujung tahun ini, namun ketika nama $*&^%#@y kembali tertoreh dalam hatiku, semua menjadi semakin temaram.

Apa jadinya pada suatu ketika nanti, disaat yang tak dapat kupikirkan dan bayangkan dia datang menagih “cintanya” dariku.

Jujur setiap mengingat dia, namanya, wajahnya… tetap saja aku gak bisa menutup hati.

Disaat ada cerita hidup yang aku harus jalankan, mengapa kenangan akan dia masih membekas dalam hatiku.

So, akankah aku melangkah pasti????





1 Jam Saja

12 06 2009
satu jam saja ku telah bisa
cintai kamu kamu kamu di hatiku
namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup

Satu jam saja ku telah bisa | cintai kamu kamu kamu di hatiku | namun bagiku melupakanmu | butuh waktuku seumur hidup | Satu jam saja…

Awalnya gak terlalu suka dengan lagu dari Band ST12, namun setelah kejadian yang menimpaku selama seminggu di Mataram; semua berubah.

Cara pandang yang berubah dan penilaian juga berubah. Meski ada perbedaan yang cukup signifikan dibanding dengan lagu ST12 tersebut. Akhirnya seh gak nyampe ke … Batu Nisan … Hanya rasa dan efek yang ditimbulkan sama sama sakit.

Tanggal 1 – 7 April harus ada di Mataram (Nusa Tenggara Barat). Awalnya tugas dan job desc. yang diberikan dari kantor adalah jadi fotografer… e la dalah, malah harus ikut bantu teman ngurusin persiapan School Inauguration untuk tanggal 5 April 2009. Ada pak Gubernur dan Sekretaris Parlemen Australia yang akan membuka persemian sekolah yang kita bangun (MCPM-AIBEP). Nyampe di bandara di jemput mobil Hotel Jayakarta, walaupun saat itu tanpa sepengetahuan kita (Saya dan Yesi) ada teman yang jemput di bandara. Akhirnya diambil keputusan kita langsung ke sekolah, dan bagasi langsung masuk Hotel… heheheh.

Hari berlalu berganti hari dengan tanpa terasa, hingga sampe pada pertengahan waktu akan mengakhiri kerja di sana. Saat Dinner bersama Sales Manager Jayakarta Hotel… tanpa diniatin dan tanpa disengaja menyapa dan menegur seorang pelayan disana karena tingkahnya yang grogi. Jujur seh… setiap makan malam atau sarapan pagi saya suka perhatiin dia. Sekedar mengagumi… kan gak salah. Hingga pas ada kesempatan untuk tegur sapa… kesempatan nehhhh.

Penampilannya rapi dam serasi gak berlebihan, hanya senyum dan perhatiannya yang luar biasa… ya iyalah kan udah dilatih untuk itu. hehehhe.  Hanya gara gara Semut… (Mbak jangan lama-lama berdiri di situ, Emang napa pak? . Takut aja ntar dikerubutin semut, soalnya mbak kan manis… tessss kena dehhhh) Dan lanjut deh perburuan malam itu. Ditambah lagi dapat dukungan penuh kedua teman saya. (Yesi dan Dina).

Mulai ngatur strategi, memberi perhatian lebih dan hal lainnya (please dehhh, kan gak mesti saya jelaskan hal hal seperti itu). Sampai pada saat peresmian sekolah, pihak Hotel Jayakarta yang ngurusin makanan buat para tamu terhormat… eeehhh ada dia. Langsung aja pasang kuda2 untuk mendekati lagi. Lari ke sana, lari ke sini, lari lagi… marathon apa mau School Inauguration ya???. Tapi memang benar koq, saya harus berlari untuk mendapatkan foto para tamu terhormat buat bahan publikasi di kantor dan website. Capek dan kepanasan, akhirnya kelar juga acara peresmian sekolah. Para tamu sudah bubar, kini tinggal murid sekolah dan guru serta beberapa orang yang gak ku kenal. Ada kesempatan neh, pertama ngajak di foto berdua. Sukses. Selesai foto berdua saya coba minta nomor HP tapi gak pake langsung… ada triknya donk. Mbak ada Palu??. Si mbak kebingungan, mana ada cewek cakep bawa palu. Gak ada Mas jawabnya. Tapi nomor HP ada kan? balasku lagi. Mungkin dia merasa geli, sampe tersipu malu. Langkah kedua, ngasih dia bunga. Walau bunga bekas pajangan dari meja VVIP… heheheh tapi tetap bunga dan tetap romantis, sampe dia gak bisa lupakan. Saya tahu setelah nanya dia di kemudian hari… hehehehehh.

Dua hari terakhir di Jayakarta, belom juga dapat nomor HP si dia, dan pada saat sarapan pagi dengan sangat terpaksa saya harus menanyakan langsung pada salah satu temannya, karena hari itu dia sedang off. Temannya seh jawab iya… tapi sampe satu jam nunggu, gak juga nomor HP ada di mejaku. Teman memang kadangkala dapat diandalkan pada saat sulit, ini terbukti. Berkat bantuan Dina dan Yesi, ditambah sedikit paksaan akhirnya dapat juga nomor HP si dia. Ini atas inisiati Dina, dia nelpon Sales Manager dan karena dia butuh bantuan penting. Gak lama kemudian datang juga Sales Manager ke meja makan. Setelah basa basi sedikit akhirnya Dina langsung to the point, “Sebenarnya pak kita mau minta nomor mbak Yus doank, kan kemarin dia udah bantuin kita di sekolah. Jadi kita mau ngucapin terima kasih sama dia”. Alasan kuno tapi manjur. Kemudian dia manggil salah satu teman si dia (pada orang yang sama saat saya minta nomor HP si dia) Dengan berat hati akhirmnya dia kasih juga. Saya baru mengerti ternyata ada kode etik diantara mereka untuk tidak memberikan nomor HP pada tamu hotel yang nanyain. Karena gak jarang mereka juga dirayu dan digombal para tamu… fakta ini saya dapatkan setelah banyak cerita dengan si dia, by phone. Satu hari berlalu tinggal sehari lagi.

Dapat nomor HP, gak ketemu orangnya gak asyik juga. Padahal hari itu hari terakhir, coba telpon yang ngangkat seorang pria, ternyata pacarnya… hehehehhehehe apes. Hari itu ketika berhasil menghubungi si dia melalui telpon, akhirnya aku cerita bahwa hari itu hari terakhir di Mataram, dan kalo gak keberatan agar si dia mau ngantar nyari oleh oleh sekaligus ngantar ke Bandara. Singkat cerita, si dia menghindar dan ngasih alasan gak bisa ngantar, gara-gara mau ke salon… capek dehhhh.

Kayak film AADC, saat itu aku berharap di datang dengan berlari kemudian memanggilku…. puihhhhhhhhhhh. Sampai detik ini gak kesampain juga tuh khayalan. Nah pada detik itulah lagu Saat Terakhir dari ST12 menghujamku dengan keras. Terasa lirih dan menyakitkan. Oooooooooooooooooooo.

Waktu berlalu, banyak keakraban yang kami lalui walau hanya sebatas lewat HP… Satu Jam saja kutelah bisa cintai kamu… namun bagiku butuh waktuku seumur hidupku tuk melupakanmu.





3 Days and 1/2 hour

30 03 2009

Minggu kemaren saya harus berjuang ekstra keras untuk memenuhi permintaan teman, dia memiliki Acer Aspire One 8GB. Awalmnya seh dia cuma minta di install CDMA Modem. Secara aku hanya menguasai sedikit linux dan lebih condong pada Ubuntu, aku nawarin kalo netbook diinstall dengan Ubuntu saja. Dia setuju aja dengan harapan CDMA Modem dapat jalan. Sebagai catatan Aspire One memakai Linpus Linux dari Acer.

Untuk tampilan Linpus linux pada Aspire One memang terasa sangat sederhana, sehingga kesan yang di dapat adalah netbook “gak serius”. Kesan netbook mungil tapi powerfull jadi hilang. Maka mulailah petualangan menggarap netbook Aspire One.

Langkah awal sudah tentu dan pasti adalah mencari pencerahan pada uncle Google. Kalo install Ubuntu di PC udah biasa, karena proses install sangat gampang dan udah mirip sama install Windows XP. Setalah dapat pencerahan, disarankan install Ubuntu Netbook Remix aka Jaunty. Langkah pertama udah dapat. Sekarang tinggal cari image untuk instal. Karena Aspire One gak punya CD Drive (aku juga gak punya external CD Drive), jalan satu-satunya adalah pake USB. Berikut adalah sumber pencerahan utama yang saya dapatkan:

https://help.ubuntu.com/community/AspireOne

Langkah kedua dimulai, download dimulai. Download image UNR Jaunty, (*.img file dalam format extensi img bukan iso). Setelah dapat pindahkan langsung ke Flash disk (aku punya flash disk 1GB, pas untuk ukuran image Ubuntu)

Langkah ketiga, Install UNR Jaunty, pada Aspire One. Booting ulang ASpire One, masuk ke BIOS dan ubah pilihan booting menjadi USB/Flash Disk. Booting ulang lagi Aspire One dan tunggu sesaat sampai proses Instalalsi dimulai. Ikuti petunjuk instalasi, prosesnya sudah sangat gampang dan menyenangkan.

Langkah keempat, Saatnya menyaksikan kedahsyatan UNR Jaunty pada Aspire One. Luar biasa, adalah kesan pertama yang saya dapatkan. Tampilan Aspire One manjadi semakin agus dan tampak “semakin serius”. Ditambah lagi dukungan software yang telah terinstall sudah cukup komplit. Saya ulangi lagi Netbook Aspire One menjadi tampak “serius”.

Langkah kelima, menyadari kekurangan dan kelebihan UNR Jaunty. Pada website panduan yang saya dapatkan, ternayata UNR Jaunty masih versi beta. Sehingga disarankan untuk tidak menggunakannya sebagai alat untuk melakukan pekerjaan yang sangat serius. Walaupun sebenarnya kemampuan UNR Jaunty sama persis dengan versi Desktop Ubuntu. Ada juga beberapa kendala dan masalah yang muncul diantaranya:

  • Lampu indikasi Wireless tidak berfungsi, parahnya lagi wireless pun tidak berfungsi dengan baik.
  • Dukungan WVDial tidak ada (untuk koneksi dial-up dll)

Seperti pada bagian awal pembahasan ini ditekankan pada installasi CDMA Modem, maka ketika wvdial tidak berfungsi maka efek sampingnya adalah koneksi untuk CDMA Modem juga tidak bisa.

Langkah Keenam. Kembali lagi cari pencerahan lewat uncle Google. Mulai mencari di forum fosum, dan berbagai sumber yang berkenaan. Pilihan jatuh pada WICD, aplikasi wireless manager yang sangat bagus. Sumber pencerahan ada pada:

http://arkhansubari.web.id/?p=71

Setelah install wicd , booting ulang Netbook, dan semua berjalan dengan baik… tapi ada masalah wirelessmasih belon berfungsi dengan baik.

Cari lagi di Uncle Google, dapat banyak referensi yang seabrek tapi gak memberikan solusi. Gak puas dengan solusi yang diberikan membuat UNR Jaunty Crash karena terlalu sering menginstall dan update aplikasi sehingga UNR Jaunty tidak stabil. Dengan rasa gondok dan seble, Aspire harus di Install ulang lagi, coba solusi satu satu dari awal lagi.  Solusi gak dapat juga, udah 2 hari dan belom berhasil juga. Namun secara tiba tiba wireless bisa berfungsi dengan sendirinya. Heran. Tapi senang juga, wireless udah jalan. Masalahnya adalah led indikator tidak berfungsi. Kembali lagi baca dan baca pada sumber utama dan ternyata benar… di sanapun ada jawabannya. hehehhe. Tapi install CDMA Modem belon juga berhasil.

Akhirnya Netbook saya kembalikan dengan pesan “Maaf ya belon bisa berfungsi dengan baik, udah coba sana sini tapi gak bisa juga. Udah cari-cari ke seluruh penjuru dunia gak dapat juga. Tapi janji, aku mau ngelmu lagi. Ntar kalo udah dapat akan saya coba lagi” Kemudian teman hanya bisa jawab ” iya deh”. Uhhhhhhhhhhh, aku gagal menancapka nama pada puncak Linux.

Hingga akhirnya pada kesekon hari, teman nanya lagi, “Gimana?”. Dengan “rasa malu dan berat hati” saya mau coba lagi. Itu sudah sore, sengaja menghindar dari teman untuk sesaat mendinginkan otak yang udah panas selama 3 hari. Gak mau putus asa, cari wangsit lagi dan dapat. Saya harus install gnome-ppp, ikut petunjuk dengan sangat ekstra hati-hati, tidak mau kejadian kemaren terulang lagi (UNR Jaunty crash). Instalasi berjalan dengan baik dengan fungsi yang serba otomatis. Mulai dari cek port, baudrate, usb device hingga tetek bengek yang banyak. Padahal kemaren settingan tersebut harus saya lakukan dengan manual. Edit wvdial.conf secara manual, menentukan jenis Modem dll serba manual. Hasilnya gak juga berbuah manis. Dan sekarang buah yang manis sudah dapat…hehehehh.

Coba jalankan gnome-ppp dari Ascesorris – Internet – Gnome-ppp. semua berjalan dengan baik. Hanya perlu sedikit  (sangat sedikit) perubahan setting Modem. Coba jalankan dan jdennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggggg… Koneksi internet pada modem belum jalan dengan semestinya. Ternyata sinyak gak dapat… capek dehhh.

Hari ini aku rencanaya mau tanyakan teman perihal koneksi internet menggunakan CDMA Modem. (Setelah libur week end dan cooling down otak yang panas dari minggu kemaren). Doakan ya moga-moga berhasil dan berharap satu langkah kecil dapat ku letakkan pada punggung gunung bernama LINUX.





My Broken Wheels

17 02 2009

It’s been 2 weeks after I fall in an motorcycle accident and it’s was a blessed to me with no injury or scratch I got on it.

It was night when I ran my bike from Cikarang to Jakarta, in almost half way heading to Jakarta I fall in an accident. I was tailing another bikers in front of me when a big hole appeared, when suddenly I fall into the hole.

I got nothing scratch on my body but my wheels was broken on that accident, what an amazing. I though it should be on serious injury when i fall.  Praise LORD, I’m still on good condition.

Then, I have to ran my bike very very slowly to reach my house, and it was 24.00 WIB. There is no motor services and motor spareparts store are opened on that time.

On that time I realize what the meaning of “becoming slowly”. When life ran so fastly I can’t heard anothers or something happens around me. I can’t hear GOD voices, my relatives voices, the voices all of people around me. I can only hear my voice, my heart. I’m become deaf and stubborn.

When my bike running only 10-20km/hrs, I can fill wind blow around me, touched me and comfort my face, my chin and my cheek then I can heard voices of people around me. I can start speak with GOD by my heart. Some times we need to slow down our steps to makes sure that we were on the right way.

I start to learn being communicated with GOD, although I was speak with GOD in many times of my life. I guess its all with very very poor standard of real being communicated with GOD. As long as my way on slowly move heading into Jakarta, I took all the meaning of becoming slowly.

Next day, I took back my old wheels and changed my broken wheels with.

picture1-011

My Broken Wheels

picture1-010

My Broken Wheels