Jalan – Sehat – Ekonomi – Rakyat Jelata

6 08 2008

Sering aku berfikir dan merenungkan apa ada hubungan ketiga benda tersebut dengan rakyat Jelata? Jalan, Sehat, Ekonomi… lama akhirnya dapat juga.

Ketemu setelah terlalu bosan lewat jalan rusak yang gak pernah ada tanggapan dari pemerintah setempat. Ada banyak kantor instansi pemerintah di sepanjang jalan rusak tersebut. Ada 2 kantor camat di sepanjang jalan rusak tersebut, ada puluhan kantor Polsek disepanjang jalan tersebut.

Jalan rusak, orang-orang yang punya motor harus pusing mikirin biaya servis tiap bulan, dan yang pasti gak murah bagi mereka yang pekerjaannya hanya buruh pabrik. Kalau dihitung hitung tiap bulan harus servis motor karena terlalu sering terbentur sama lubang dijalanan. Kalau boleh dikatakan sepanjang jalan penuh lubang… rakyat kecil dengan penghasilan pas-pasan harus memeras otak untuk menutupi kebutuhan servis ditambah dengan kebutuhan hidup lainnya.

Sehat, gak mungkin orang-orang yang setiap hari lewat jalan rusak akan mendapatkan kesehatan yang layak. Bagaimana mungkin? Tiap hari harus menghirup udara kotor, berdebu dan polusi. Naik motor, naik angkot atau bis sama saja tetap kena imbas dari jalan kotor (mungkin sedikit berbeda dengan mereka yang mengendarai kendaraan ber-AC dan nyaman… tetap juga rakyat jelata yang kena efek paling besar).

Ketika jala rusak, kesehatan rakyat akan ikut juga rusak karena menghirup udara kotor, berdebu dan polusi. Ketika jalan rusak ekonomi rakyat akan semakin terpukul karena barang dagangan banyak yang rusak di jalan. Kemudian dataanglah pemerintah dengan program dan slogan “Biaya pendidikan dan kesehatan Gratis”… bak pahlawan kesiangan seolah-olah rakyat dimanja oleh pemerintah. Tanpa program tersebut pun pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya banyak apabila: Jalan raya terpelihara dengan baik, transportasi hasil bumi akan lancar, rakyat tidak harus mengeluarkan biaya servis terlalu mahal untuk motor atau kendaraan, Rakyat tidak harus ke rumah sakit tiap bulan karena keluhan ISPA, atau lebih parah lagi akrena penyakit paru-paru.

Ekonomi, kasihan dengan pedagang kecil dan petani yang berusaha memasarkan hasil usahanya ke pasar-pasar terdekat. Harus naik kendaraan umum, angkot, ojek, sepeda. Setelah sampai di pasar, mereka harus kecewa karena barang yang mereka bawa banyak yang rusak. Bagaimana tidak rusak, selama dalam perjalanan kendaraan yang mereka tumpangi harus berguncang hebat selama dalam perjalanan, bak kapal yang sedang dipermainkan ombak. Belum lagi sampai di pasar, sebagian dari barang bawaan mereka harus ditolak oleh agen karena alasan rusak… kembali lagi rakyat kecil yang harus menanggung kerugian besar karena jalan rusak.

Lebih parahnya lagi, saat kampanye daerah, banyak “elit” politik memanfaatkan Slogan “Pendidikan dan Kesehatan Gratis”. Rakyat dibodohin, seolah olah… hanya mereka yang serius dengan program tersebut. Padahal pemerintah pusat sudah sejak lama mencanangkan program tersebut. Tanpa mereka mencoblos “batik”, “kumis” atau gambar para elit politik tersebut pun harusnya sudah terpenuhi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: