Indra dan Tuhan

28 09 2010

Pagi ini kumelihat di televisi,

anak kecil terbunuh oleh perang.

Kubertanya mengapa Tuhan?

Dia menjawabku “Tutup kedua matamu agar kau melihat lebih lagi“.

Pagi ini kumendengar di radio,

orang-orang menderita karena kelaparan dan bencana alam.

Kubertanya mengapa Tuhan?

Dia menjawabku “Tutup kedua telingamu agar kau mendengar lebih lagi“.

Pagi ini kumencium bau asap membahana memenuhi angkasa,

rumah-rumah kaum papa dilalap si jago merah.

Kubertanya mengapa Tuhan?

Dia menjawabku “Tutup hidungmu agar kau mencium lebih lagi“.

Pagi ini kumenelan pahitnya air ludahku.

kebenaran bertekuk lutut oleh kekuasaan dan uang diruang pengadilan.

Kubertanya mengapa Tuhan?

Dia menjawabku “Tutup mulutmu agar kau merasa lebih lagi“.

Pagi ini kuterjerembab dalam jalan berlubang.

orang-orang miskin terhuyung-huyung tak berdaya.

Kubertanya mengapa Tuhan?

Dia menjawabku “Pasrahkan kakimu melangkah, agar kau ta’u sakitnya jatuh“.

Pagi berganti pagi, namun kutetap masih dengan pertanyaan yang sama.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: